USDCHF Berpeluang Koreksi Turun

USDCHF Berpeluang Koreksi Turun

Diperbarui • 2020-10-05

Pergerakan grafik nilai tukar mata uang USDCHF pada pekan ini masih bergerak melanjutkan fase koreksi turunnya. 

kembali melemahnya pair USDCHF pada pekan ini terjadi akibat melemahnya index mata uang US Dollar pasca rilis data ekonomi ketenaga-kerjaan non-pertanian Amerika pada jumat lalu atau dikenal dengan data Non-Farm Payroll yang disingkat NFP, tercatat pada laporan NFP pada jumat lalu mengalami penurunan yang sangat drastis, pada data NFP yang rilis pada jumat lalu tercatat di angka 661K, lebih rendah dari bulan lalu sebesar 1489K, dan turun di bawah perkiraan 900K. Kondisi ini akhirnya menjadikan index USD menjadi melemah pada pekan ini. 

Disisi lain mata uang Swiss Franc mengalami penguatan yang signifikan, hal ini dipicu oleh aksi investor yang mengalihkan investasinya ke aset yang aman atau dikenal dengan Safe Haven, kondisi ini terjadi akibat kembali meningkatnya jumlah penderita dari pandemi virus covid 19, tercatat lebih dari 35 juta orang terjangkit dan lebih dari 1 juta jiwa meninggal akibat virus corona ini. Dan salah satu kepala negara yang terjangkit pada pekan lalu adalah Presiden Amerika Donald Trump. 

Dengan melemahnya index US Dollar dan menguatnya mata uang Swiss Franc maka memberi peluang bagi pair USDCHF untuk kembali bergerak turun pada perdagangan pekan ini.

Analisa Teknikal

Secara teknikal pasangan mata uang USDCHF pada perdagangan pekan ini berada dalam fase koreksi turun, dan pergerakan turun USDCHF juga tergambar dari indikasi berikut:

  • Indiaktor stokastik kembali cross ke bawah
  • Histogram indikator MACD telah berada di bawah garis signal line

Indikasi: Bearish

USDCHF berpeluang turun ke support selanjutnya di level 

  • S1: 0.91489
  • S2: 0.91187
  • S3: 0.90790

Resisten USDCHF berada pada level harga

  • R1: 0.92343
  • R2: 0.92640
  • R3: 0.92818

Grafik USDCHF Timeframe Daily

USDCHFDaily 5 okt.png

Note: Harap berhati-hati dalam bertransaksi, harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari perubahan fundamental ekonomi dan kondisi geopilitik dunia, gunakan money management yang baik, overlot dan overtrade merupakan penyebab tingginya resiko dalam bertransaksi.

TRADE NOW

Menyerupai

Indeks Nasdaq Akan Terangkat Saham NVIDIA
Indeks Nasdaq Akan Terangkat Saham NVIDIA

Pasar saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (22/02/2024), mengikuti sinyal positif dari Nvidia, saham favorit AI, Risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC minutes) pada bulan Januari menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan khawatir terhadap risiko

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera